http://studentsite.gunadarma.ac.id/
Read More
Tugas Ilmu Sosial Dasar
1.
A). Pengertian dan Tujuan dari Ilmu Sosial Dasar
dan IPS!
B). Perbedaan antara Ilmu Sosial Dasar dan
IPS!
Jawab :
A). Ilmu Sosial Dasar (ISD) adalah suatu
program pelajaran baru yang berkembang di Perguruan Tinggi. ISD adalah
ilmu-ilmu sosial dipergunakan dalam pendekatan, sekaligus sebagai saran jalan
keluar untuk mencari pemecahan-pemecahan masalah berkembang dalam kehidupan
masyarakat.
Social Studies atau Ilmu
Pengetahuan Sosial (IPS) adalah ilmu-ilmu yang disederhanakan untuk
tujuan-tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah dasar dan menengah. Dengan
demikian, IPS adalah bidang studi yang merupakan (fusi) dari sejumlah mata
pelajaran sosial.
B). -
Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedangkan Ilmu Pengetahuan
Sosial diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan.
-
Ilmu Sosial Dasar merupakan satu mata kuliah tunggal, sedangkan Ilmu
Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran (untuk
sekolah lanjutan)
-
Ilmu Sosial Dasar diarahkan kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedangkan
Ilmu Pengetahuan Sosial diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan
keterampilan intelektual.
2.
A). Pertumbuhan penduduk, perkembangannya, dan
faktor-faktor yang mempengaruhi demografi!
B). Faktor-faktor yang mempengaruhi
pertambahan penduduk!
C). Proses, pengertian dan sebab akibat
Migrasi / Transmigrasi!
Jawab :
A). 1.
Kematian (mortalitas)
a. Tingkat kematian kasar
(CDR/Crude Death Rate)
Jumlah orang yang
meninggal pertengah tahun dapat dirumuskan :
CDR = D K
Pm
D = Jumlah kematian
Pm = Jumlah Penduduk Pertengah tahun
K = Konstanta = 1000
Penduduk pertengah thn dpt dirumuskan
Pm = ½ (P1+P2)
Pm = P1+(P2-P1)
2
Pm = P2-(P2-P1)
2
Pm = Jumlah penduduk pertengah tahun
P1 = Jumlah penduduk pada awal tahun
P2 = Jumlah penduduk pada akhir tahun
b. Tingkat kematian khusus
(ASDR/Age Specific Death Rate)
Tingkat kematian
dipengaruhi beberapa factor yaitu : umur, jenis kelamin, pekerjaan
Dan dapat dirumuskan
ASDR= Di K
Pm
Di = kematian utk kelompok umur i
Pm = Jumlah penduduk pada pertengah thn kelompok umur i
K = Konstanta = 1000
2. Fertilitas (Kelahiran Hidup)
Yang menyebabkan fertilitas :
1. Sulit memperoleh angka statistik lahir hidup, tidak dicatatkan dalam
peristiwa kelahiran/kematian dan
sering dicatatkan sebagai lahirmati
2. Wanita mempunyai kemungkinan melahirkan dari seorang anak ( tetapi
meninggal hanya sekali )
3. Makin tua umur wanita tidaklah berarti kemungkinan mempunyai anak
makin menurun
4. Di dalam pengukuran fertilitas hanya melibatkan satu orang saja
Ada dua istilah asing yang kedua-duanya diterjemahkan sebagai kesuburan :
a. Fecundity (kesuburan)
adalah lebih diartikan sebagai kemampuan biologis wanita untuk mempunyai
anak
b. Fertility (Fertilitas)
adalah jumlah kelahiran hidup dari seorang atau kelompok wanita
a. Tingkat Kelahiran Kasar
(CBR/Crude Birth Rate)
Adalah jml kelahiran hidup di suatu daerah pada tahun tertentu tiap 1000
penduduk pada pertengah tahun tersebut
CBR = jumlah lahir hidup x1000 atau BCDR= B K
Jml penduduk pd pertengah thn Pm
B= Jumlah kelahiran hidup pd suatu dunia pd suatu thn tertentu
Pm= jumlah penduduk pd pertengah tahun
K= Konstanta = 1000
a. GFR(General Fertility
Rate) / angka kelahiran umum
Adalah angka yg menunjukan jml kelahiran per 1000 wanita usia produktif,
Dapat dirumuskan :
GFR = B K
Fm
B= jumlah kelahiran hidup pd thn tertentu
Fm= jumlah penduduk wanita pd pertengah thn
K= Konstanta =1000
b. ASFR(Age Specific
Fertility Rate)/ Tingkat kelahiran khusus
Dapat dirumuskan :
ASFRi= Bi K
Fmi
Bi= jumlah kelahiran dari wanita kelompok umur i
Fmi= Jml penduduk wanita pertengah thn dlm kel i
K= Konstanta= 1000
C. Kebudayaan dan Kepribadian
A. Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan
Zaman batu sampai zaman logam
3. Migrasi
Aspek dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang
dinamai migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk
yaitu mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab
mobilitas mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara.
Sedangkan migrasi bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru
misalnya minimal 6 bulan atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah
pindah tempat tinggal kurang dari batas waktu tersebut disebut melakukan
mobilitas sirkuler.
Langkah – langkah seseorang migran dalam menentukan keputusannya untuk
pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu.
B). Pertumbuhan
penduduk adalah perubahan jumlah penduduk baik pertambahan maupun penurunannya.
Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran
(natalitas), kematian (mortalitas) dan perpindahan penduduk (migrasi).
Kelahiran dan kematian dinamakan faktor alami, sedangkan perpindahan
penduduk dinamakan faktor non alami.
Migrasi ada dua yaitu migrasi yang dapat menambah jumlah penduduk disebut
migrasi masuk (imigrasi), dan yang dapat mengurangi penduduk disebut migrasi
keluar (emigrasi). (Idem dengan A).
C). Aspek
dinamis kehidupan kelompok dalam ruang ialah gerakan penduduk yang dinamai
migrasi. Selain migrasi ada istilah lain tentang dinamika penduduk yaitu
mobilitas. Pengertian mobilitas lebih luas daripada migrasi, sebab mobilitas
mencakup perpindahan teritorial secara permanen dan sementara. Sedangkan migrasi
bila dikaitkan dengan unsur waktu di tempat yang baru misalnya minimal 6 bulan
atau satu tahun. Sedangkan bagi mereka yang pernah pindah tempat tinggal kurang
dari batas waktu tersebut disebut melakukan mobilitas sirkuler.
Langkah – langkah seseorang migran dalam menentukan keputusannya untuk
pindah ke daerah lain atau kawasan ( areal ) lain terlebih dahulu ingin
mengetahui lebih dahulu faktor – faktor sebagai berikut :
- persediaan
sumber alam
- lingkungan sosial budaya
- potensi ekonomi
- alat masa depan
Dengan mengetahui faktor – faktor di atas setidak – tidaknya terhindar
dari rintangan akibat negatif. Di samping itu mereka juga memikirkan berbagai
rintangan yang mungkin dihadapi selama proses migrasi.
- Akibat Migrasi
a. Urbanisasi ( migrasi dari desa ke kota ) walaupun urutannya sangat
kecil, namun dapat mempengaruhi pola distribusi penduduk penduduk secara
keseluruhan.
b. Migrasi interegional di Indonesia kebanyakan dilaksanakan oleh mereka
yang berumur produktif dan berkreasi tinggi. Hal tersebut memungkinkan
tingginya angka pertumbuhan penduduk serta tingkat laju pembangunan di luar
jawa.
c. Migrasi antar negara di Indonesia adalah sangat kecil dari hasil
sensus penduduk pada tahun 1971 sampai dengan 1980 migrasi masuk ( immigrasi )
hanya ada 0,16 % dan migrasi ke luar ( emigrasi ) hanya sebesar 0,57 % per
tahun. Sehingga akibatnya kurang nyata terhadap distribusi penduduk Indonesia.
Komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin mempunyai peranan yang
sangat penting hanya dapat untuk mengetahui :
- Pertumbuhan penduduk di suatu daerah termasuk cepat atau lambat.
- Rasio ketergantungan.
- Jumlah wanita dalam usia subur.
- Jumlah tenaga kerja yang tersedia.
- Berdasarkan tempat tinggal.
- Bentuk piramida.
Secara umum pengertian transmigrasi
ialah perpindahan, dalam hal ini memindahkan orang dari daerah yang padat ke
daerah yang jarang penduduknya dalam batas negara dalam rangka kebijaksanaan
nasional untuk tercapainya penyebaran penduduk yang lebih seimbang (Heeren, 1979:
6).
Transmigrasi di Indonesia bermula dari upaya pemerintah Hindia Belanda
untuk memindahkan penduduk Pulau Jawa yang semakin padat ke pulau-pulau lain
yang membutuhkan tenaga kerja untuk mengembangkan potensi ekonominya dan
merupakan bagian dari Politik Etis. Istilah transmigrasi sendiri secara resmi
baru digunakan pada awal tahun 1946 oleh pemerintah Republik Indonesia ketika
kebijaksanaan tentang pengembangan industrialisasi di pulau-pulau seberang atau
luar Jawa dirumuskan dalam Konferensi Ekonomi di Yogyakarta (Siswono
Yudohusodo, 1998: 6).
Pelaksanaan transmigrasi di Indonesia dapat dibedakan atas beberapa
kategori, yaitu transmigrasi spontan, transmigrasi umum, transmigrasi keluarga,
transmigrasi bedol desa, dan transmigrasi lokal.
Transmigrasi spontan dipakai untuk menunjuk mereka yang atas usaha dan
resiko sendiri dan tanpa bantuan pemerintah pindah ke daerah tujuan
transmigrasi. Setibanya di tempat tujuan sementara, transmigran tersebut
melaporkan diri pada kantor jawatan Transmigrasi setempat dan mendapat sebidang
tanah serta bantuan materil pada waktunya. Akan tetapi, kebanyakan transmigran
ini menduduki sebidang tanah secara illegal, atau dengan cara lain mendapatkan
hak untuk membuka tanah dari pemerintah setempat. Daerah tujuan transmigran spontan
utama di Indonesia adalah Provinsi Lampung yang letaknya dekat dengan Pulau
Jawa.
Taransmigrasi umum merupakan pelaksanaan transmigrasi yang dapat
dipandang sebagai bentuk normal. Dalam sistem ini, seluruh urusan untuk migran,
dari pendaftaran dan seleksi hingga bertempat tinggal di tempat pemukiman yang
baru, menjadi tanggungjawab Jawatan Transmigrasi. Yang tercakup di sini adalah
pangan dan biaya hidup yang lain selama delapan bulan pertama. Mereka tidak
lagi tergantung pada bawon dan dapat datang kapan saja sepanjang tahun. Mereka
mendapat sandang, bahan tanaman, dan selanjutnya beras, minyak, ikan, serta
garam. Secara resmi semuanya ini dianggap sebagai pinjaman yang harus dibayar
kembali setelah jangka waktu tiga tahun.
Transmigrasi keluarga merupakan transmigrasi yang pelaksanaannya dapat
dilakukan kapan saja sepanjang tahun, tidak hanya pada bulan-bulan menjelang
panen. Perumahan dan penghidupan menjadi tanggungan keluarga penerima, sehingga
biayanya jauh lebih murah daripada transmigrasi umum. Setelah mencapai titik
puncaknya pada tahun 1952, transmigrasi jenis ini lambat laun menyusut dan
setelah tahun 1959 lenyap sama sekali.
Transmigrasi bedol desa adalah perpindahan penduduk suatu daerah atau
desa secara keseluruhan termasuk aparat desanya. Hal ini terjadi karena adanya
bencana alam atau pembangunan suatu proyek pembangunan yang membutuhkan lokasi
yang luas seperti pemindahan penduduk dari Wonogiri Jawa Tengah ke Sitiung
Sumatera Barat pada tahun 1977 akibat pembangunan Waduk Gajah Mungkur.
Transmigrasi lokal mencakup migrasi dalam daerah atau provinsi tertentu,
seperti dari suatu daerah di Lampung yang penduduknya sudah terlalu padat ke
daerah lainnya yang baru dibuka dalam Provinsi Lampung. Hal ini terutama terjadi
pada generasi kedua para transmigran yang merasa bidang tanah yang merejka
miliki sudah tidak mencukupi lagi akibat adanya pembagian dengan
saudara-saudara mereka yang lain.
3.
Tentang Individu Keluarga dan Masyarakat
A). Bagaimana Pertumbuhan Individu dan
Fungsi Keluarga?
B). Proses dan Pengertian Urbanisasi!
Jawab :
A)
Pertumbuhan
Individu
perubahan populasi sewaktu-waktu, dan dapat dihitung sebagai perubahan
dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu
unit" untuk pengukuran. Sebutan pertumbuhan penduduk merujuk pada semua
spesies, tapi selalu mengarah pada manusia, dan sering digunakan secara
informal untuk sebutan demografi nilai pertumbuhan penduduk, dan digunakan
untuk merujuk pada pertumbuhan penduduk dunia.
Ada 3 faktor yang mempengaruhi pertumbuhan Individu yaitu, Faktor
Biologis, Faktor Geografis, dan Faktor Kebudayaan Khusus.
Ketiga faktor tersebut sangat mempengaruhi pertumbuhan penduduk.
Fungsi Keluarga
Fungsi Keluarga Ada beberapa fungsi yang dapat dijalankan keluarga,
sebagai berikut :
1. Fungsi Pendidikan. Dalam hal ini tugas keluarga adalah mendidik dan
menyekolahkan anak untuk mempersiapkan kedewasaan dan masa depan anak bila kelak
dewasa.
2. Fungsi Sosialisasi anak. Tugas keluarga dalam menjalankan fungsi ini
adalah bagaimana keluarga mempersiapkan anak menjadi anggota masyarakat yang
baik.
3. Fungsi Perlindungan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah melindungi
anak dari tindakan-tindakan yang tidak baik sehingga anggota keluarga merasa
terlindung dan merasa aman.
4. Fungsi Perasaan. Tugas keluarga dalam hal ini adalah menjaga secara
instuitif merasakan perasaan dan suasana anak dan anggota yang lain dalam
berkomunikasi dan berinteraksi antar sesama anggota keluarga. Sehingga saling
pengertian satu sama lain dalam menumbuhkan keharmonisan dalam keluarga.
5. Fungsi Religius. Tugas keluarga dalam fungsi ini adalah memperkenalkan
dan mengajak anak dan anggota keluarga yang lain dalam kehidupan beragama, dan
tugas kepala keluarga untuk menanamkan keyakinan bahwa ada keyakinan lain yang
mengatur kehidupan ini dan ada kehidupan lain setelah di dunia ini.
6. Fungsi Ekonomis. Tugas kepala keluarga dalam hal ini adalah mencari
sumber-sumber kehidupan dalam memenuhi fungsi-fungsi keluarga yang lain, kepala
keluarga bekerja untuk mencari penghasilan, mengatur penghasilan itu,
sedemikian rupa sehingga dapat memenuhi rkebutuhan-kebutuhan keluarga.
7. Fungsi Rekreatif. Tugas keluarga dalam fungsi rekreasi ini tidak harus
selalu pergi ke tempat rekreasi, tetapi yang penting bagaimana menciptakan
suasana yang menyenangkan dalam keluarga sehingga dapat dilakukan di rumah
dengan cara nonton TV bersama, bercerita tentang pengalaman masing-masing, dsb.
8. Fungsi Biologis. Tugas keluarga yang utama dalam hal ini adalah untuk
meneruskan keturunan sebagai generasi penerus.
9.
Memberikan kasih sayang,perhatian,dan rasa aman diaantara keluarga, serta
membina pendewasaan kepribadian anggota keluarga.
B). A.
Pengertian Urbanisasi
Urbanisasi adalah suatu proses
berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau dapat pula dikatakan bahwa
urbanisasi merupakan proses terjadinya masyarakat perkotaan.
B. Proses Terjadinya Urbanisasi
Ketika suatu daerah yang
mempunyai daya tarik seperti fasilitas pendidikan, kesehatan, lalu adanya
pekerjaan yang mendapatkan penghasilan yang cukup tinggi, maka bisa terjadilah
proses urbanisasi.
Proses urbanisasi dapat terjadi
dengan lambat maupun cepat. Hal tersebut tergantung pada masyarakat yang
bersangkutan. Proses tersebut menyangkut dua aspek, yaitu:
1. Perubahan masyarakat desa menjadi
masyarakat kota
2. Bertambahnya penduduk kota yang
disebabkan mengalirnya penduduk desa yang pindah ke kota
SUMBER : -Judul : Ilmu Sosial
Dasar
Karangan : Drs. H. Abu Ahmadi
Penerbit : Rineka Cipta
Tahun Terbit : 2002
- e-learning.gunadarma.ac.id
-MKDU Ilmu Sosial Dasar
Karangan : Harwantiyoko dan Neltje F. Katuuk
Penerbit : Gunadarma